Universitas Gunadarma
Nama :
Khiara Daperja Hasan
Kelas :
2KA30
NPM :
1C114768
Contoh Kasus Organisasi Nirlaba.
Pembobolan
ATM Mandiri .
Kasus
pembobolan dana nasabah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sempat menghebohkan
perbankan Indonesia. Seperti diketahui, kasus tersebut mulai ramai
diperbincangkan sejak Sabtu, 10 Mei 2014. Kabar yang beredar, ada nasabah yang mengaku kehilangan dana,
ada juga nasabah yang mengaku rekeningnya di Bank Mandiri terblokir. Isu itu
terus berkembang luas hingga puncaknya pada Senin 12 Mei kartu ATM para nasabah
terblokir. Teknologi yang sangat berkembang pesat membuat belakangan ini
pemberitaan marak mengungkap mengenai kasus pembobolan ATM (automatic teller
machine/anjungan tunai mandiri). Aksi pembobolan ATM sebenarnya tidak hanya
terjadi pada tahun ini saja, tetapi tahun-tahun sebelumnnya pun sudah terjadi
dengan intensitas yang tidak setinggi saat ini. Hingga saat ini Mabes Polri
mencatat korban pembobolan ATM di sejumlah kota besar di Indonesia berjumlah 36
orang.
1.
Penyebab
:
Sistem keamanan yang lemah . Sistem keamanan yang lemah dapat
mebuat hacker mudah untuk membobol suatu ATM atau bisa juga denngan jaringan
lainnya selain ATM. Seorang hacker
memang berbahaya, tetapi ada yang lebih berbahaya lagi yaitu cracker. Seorang
cracker berbeda dengan hacker, hacker hanya mengambil, memberi tahu kelemahan
sistem keamanan pada suatu peralatan atau jaringan-jaringan. Hacker memang
berbahaya, misalnya berbahaya untuk bank. Tetapi untuk hacker sendiri tidak
akan merusan sistem keamanannya. Dan untuk cracker sendiri juga berbahaya untuk
sistem keamanan pada suatu peralatan jaringan. Cracker memang berbahaya karena
sifatnya merusak sistem keamanan. Bukan hanya merusak keamanannya, juga
penyimpanan data pada bank. Selain system keamaan yang lemah , kehati-hatian
dari pengguna ATM juga harus di perhatikan .
2.
Bertanggung Jawab :
Pihak yang
bertanggung jawab yaitu pihak dari bank tersebut dan dari pihak yang berwajib .
Pihak bank juga mengganti uang nasabah yang ATM di bobol . Dengan begini
Mandiri mengalami kerugiaan . Dan pihak yang berwajib masih terus menangani
kasus untuk mencari pelakunya . Selain pihak Bank dan Kepolisian , pihak BI
juga ikut menangani kasus tersebut .
3.
Solusi :
Solusi
yang dapat dilakukan untuk untuk mencegah pembobolan ATM yang pernah dilakukan
ialah melakukan penjagaan pada mesin ATM. Pengamanan ini dilakukan dengan
menyiagakan security di tempat mesin ATM. Tetapi pada kenyataannya, langkah ini
kurang efektif karena kini pembobolan dilakukan dengan menggunakan teknologi.
Apabila dahulu aksi pembobolan dilakukan dengan merusak mesin ATM, maka kini
pembobolan dilakukan secara rapi menggunakan skimming. Oleh karena itu,
dibutuhkan solusi lain yang lebih efektif daripada hanya sekedar menyiagakan
security, meskipun hal ini masih harus dilakukan.
Untuk itu pihak bank tidak tinggal diam dengan
pembobolan bank yang dilakukan hacker kali ini. Pihak bank kemudian
meningkatkan sistem keamanan pada bank dan juga keamanan pada kartu ATM agar
tidak terjadinya pembobolan lagi. Pihak bank menambahkan sistem keamanan yang
pertama dengan menggunakan chip untuk mengantisipasi terjadinya kebobolan. Dan juga pihak bank menambahkan sistem keamanan
dengan sistem enkripsi atau pengkodean. Jadi ketika nasabah akan mengambil uang
kartu memasukkan pin dan di dalam alat, pin tersebut di enkripsi di dalam alat
itu baru bisa digunakan untuk mengambil uang.
Kemungkinan apabila
dilihat dari segi Informatikanya, sistem keamanan yang digunakan oleh pihak
bank masih terlalu sederhana. Dalam dunia informatika sudah bisa mendecript
kode-kode yang di enkripsi. Proses decript ini yaitu suatu proses pembalikan
suatu data yang telah di enkripsi seperti semula. Seharusnya pihak bank tidak
hanya menggunakan proses enkripsi saja, tetapi dengan proses yang lainnya agar
hacker kesulitan untuk menembus sistem keamanan bank.
Untuk
mengurangi resiko pembobolan ATM, baiknya nasabah dianjurkan juga menggunakan
SMS banking. Memang hal ini tidak serta merta menghilangkan resiko pembobolan
akan tetapi minimal mengurangi resiko . Beberapa bank sudah menyediakan
fasilitas ini sehingga setiap ada penarikan dari rekening nasabah, maka Hand
Phone yg nomornya telah didaftarkan sms banking langsung berbunyi. Ini
sebagai early
warning bahwa saldo nasabah sudah berkurang. Apabila nasabah
merasa tidak mengambil uangnya bisa langsung menelpon call centre bank tersebut
dan memblokir ATM atau rekeningnya. Penggunaan kartu ATM dengan Chip juga
sudah diatur oleh BI, namun karena harganya mahal beberapa bank masih dalam
proses penggantian dan belum selesai. Ini perlu dikebut agar pemalsuan kartu
ATM dapat diminimalisir karena penggunaan kartu dengan chips relatif lebih aman
dari pada magnetic stripe. E-channel yang digunakan bank sebaiknya dibuat lebih
aman, misalnya apabila dalam 1 bulan nasabah tiga mengganti PIN nya maka kartu
tidak bisa digunakan menarik uang, hanya bisa melihat saldo. Beberapa bank
sudah menerapkan pembuatan PIN elektronik yang harus dibuat sendiri oleh
pemegang kartu.dll. Sebaiknya tuts-tuts
mesin ATM dibuat silent (tidak berbunyi). Ketika kita mengetik
tombol-tombol angka PIN biasanya berbunyi dengan nada yang berbeda. Bukan tidak
mungkin suatu saat akan muncul alat penangkap nomor PIN dari suara nada tuts.
Dan banyak lagi yang bisa dibuat oleh bank untuk melindungi nasabahnya dari
pembobolan ATM.
4.
Kondisi Saat Ini :
Kondisi saat ini
pihak bank telah mengganti rugi uang nasabah yang ATMnya di bobol dan pihak
bank mandiri juga memperbaiki system dengan system yang lebih baik . Rencananya
Bank Mandiri ingin membuat ATM menggunakan chip agar pembobolan ATM tidak dapat
terjadi lagi. Pihak Bank juga meminta maaf atas kejadian pembobolan ATM ini ,
karena pihak bank merasa telah lalay dalam melindungi nasabah. Selain itu pihak
berwajib telah menangkap pelaku terkait pembobolan ATM mandiri tersebut .
Pada saat ini kita kembali
diingatkan agar bank selalu memperbaiki IT nya menjadi lebih aman, cepat dan
efisien.Masalah pembobolan ATM ini adalah masalah berulang dan harus sudah
diantisipasi karena dapat menurunkan kepercayaan nasabah kepada bank tsb.
Bank sebaiknya bisa lebih waspada agar kebobolan yang sama tidak terjadi
lagi. Jangan setelah terjadi semua heboh mengedukasi nasabahnya dan mengganti
mesinnya. Penggunaan asuransi untuk melindungi nasabah dari resiko yang ada
mungkin bisa dijajaki, asalkan kebobolan itu dapat dibuktikan karena sindikat
atau oleh pencurian. Semoga bank bisa melindungi nasabahnya dari pembobolan
ATM.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar