Minggu, 11 Oktober 2015

Kasus Organisasi Nirlaba



Universitas Gunadarma
Nama               : Khiara Daperja Hasan
Kelas               : 2KA30
NPM               : 1C114768

Contoh Kasus Organisasi Nirlaba.
Pembobolan ATM Mandiri .
Kasus pembobolan dana nasabah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sempat menghebohkan perbankan Indonesia. Seperti diketahui, kasus tersebut mulai ramai diperbincangkan sejak Sabtu, 10 Mei 2014. Kabar yang beredar, ada nasabah yang mengaku kehilangan dana, ada juga nasabah yang mengaku rekeningnya di Bank Mandiri terblokir. Isu itu terus berkembang luas hingga puncaknya pada Senin 12 Mei kartu ATM para nasabah terblokir. Teknologi yang sangat berkembang pesat membuat belakangan ini pemberitaan marak mengungkap mengenai kasus pembobolan ATM (automatic teller machine/anjungan tunai mandiri). Aksi pembobolan ATM sebenarnya tidak hanya terjadi pada tahun ini saja, tetapi tahun-tahun sebelumnnya pun sudah terjadi dengan intensitas yang tidak setinggi saat ini. Hingga saat ini Mabes Polri mencatat korban pembobolan ATM di sejumlah kota besar di Indonesia berjumlah 36 orang.

1.      Penyebab :
   Sistem keamanan yang lemah . Sistem keamanan yang lemah dapat mebuat hacker mudah untuk membobol suatu ATM atau bisa juga denngan jaringan lainnya selain ATM. Seorang hacker memang berbahaya, tetapi ada yang lebih berbahaya lagi yaitu cracker. Seorang cracker berbeda dengan hacker, hacker hanya mengambil, memberi tahu kelemahan sistem keamanan pada suatu peralatan atau jaringan-jaringan. Hacker memang berbahaya, misalnya berbahaya untuk bank. Tetapi untuk hacker sendiri tidak akan merusan sistem keamanannya. Dan untuk cracker sendiri juga berbahaya untuk sistem keamanan pada suatu peralatan jaringan. Cracker memang berbahaya karena sifatnya merusak sistem keamanan. Bukan hanya merusak keamanannya, juga penyimpanan data pada bank. Selain system keamaan yang lemah , kehati-hatian dari pengguna ATM juga harus di perhatikan .

2.      Bertanggung Jawab :
       Pihak yang bertanggung jawab yaitu pihak dari bank tersebut dan dari pihak yang berwajib . Pihak bank juga mengganti uang nasabah yang ATM di bobol . Dengan begini Mandiri mengalami kerugiaan . Dan pihak yang berwajib masih terus menangani kasus untuk mencari pelakunya . Selain pihak Bank dan Kepolisian , pihak BI juga ikut menangani kasus tersebut .
3.      Solusi :
Solusi yang dapat dilakukan untuk untuk mencegah pembobolan ATM yang pernah dilakukan ialah melakukan penjagaan pada mesin ATM. Pengamanan ini dilakukan dengan menyiagakan security di tempat mesin ATM. Tetapi pada kenyataannya, langkah ini kurang efektif karena kini pembobolan dilakukan dengan menggunakan teknologi. Apabila dahulu aksi pembobolan dilakukan dengan merusak mesin ATM, maka kini pembobolan dilakukan secara rapi menggunakan skimming. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi lain yang lebih efektif daripada hanya sekedar menyiagakan security, meskipun hal ini masih harus dilakukan.

Untuk itu pihak bank tidak tinggal diam dengan pembobolan bank yang dilakukan hacker kali ini. Pihak bank kemudian meningkatkan sistem keamanan pada bank dan juga keamanan pada kartu ATM agar tidak terjadinya pembobolan lagi. Pihak bank menambahkan sistem keamanan yang pertama dengan menggunakan chip untuk mengantisipasi terjadinya kebobolan. Dan juga pihak bank menambahkan sistem keamanan dengan sistem enkripsi atau pengkodean. Jadi ketika nasabah akan mengambil uang kartu memasukkan pin dan di dalam alat, pin tersebut di enkripsi di dalam alat itu baru bisa digunakan untuk mengambil uang.

Kemungkinan apabila dilihat dari segi Informatikanya, sistem keamanan yang digunakan oleh pihak bank masih terlalu sederhana. Dalam dunia informatika sudah bisa mendecript kode-kode yang di enkripsi. Proses decript ini yaitu suatu proses pembalikan suatu data yang telah di enkripsi seperti semula. Seharusnya pihak bank tidak hanya menggunakan proses enkripsi saja, tetapi dengan proses yang lainnya agar hacker kesulitan untuk menembus sistem keamanan bank.

Untuk mengurangi resiko pembobolan ATM, baiknya nasabah dianjurkan juga menggunakan SMS banking. Memang hal ini tidak serta merta menghilangkan resiko pembobolan akan tetapi minimal mengurangi resiko . Beberapa bank sudah menyediakan fasilitas ini sehingga setiap ada penarikan dari rekening nasabah, maka Hand Phone yg nomornya telah didaftarkan sms banking langsung berbunyi. Ini sebagai early warning bahwa saldo nasabah sudah berkurang. Apabila nasabah merasa tidak mengambil uangnya bisa langsung menelpon call centre bank tersebut dan memblokir ATM atau rekeningnya. Penggunaan kartu ATM dengan Chip juga sudah diatur oleh BI, namun karena harganya mahal beberapa bank masih dalam proses penggantian dan belum selesai. Ini perlu dikebut agar pemalsuan kartu ATM dapat diminimalisir karena penggunaan kartu dengan chips relatif lebih aman dari pada magnetic stripe. E-channel yang digunakan bank sebaiknya dibuat lebih aman, misalnya apabila dalam 1 bulan nasabah tiga mengganti PIN nya maka kartu tidak bisa digunakan menarik uang, hanya bisa melihat saldo. Beberapa bank sudah menerapkan  pembuatan PIN elektronik yang harus dibuat sendiri oleh pemegang kartu.dll. Sebaiknya tuts-tuts mesin ATM dibuat silent (tidak berbunyi). Ketika kita mengetik tombol-tombol angka PIN biasanya berbunyi dengan nada yang berbeda. Bukan tidak mungkin suatu saat akan muncul alat penangkap nomor PIN dari suara nada tuts. Dan banyak lagi yang bisa dibuat oleh bank untuk melindungi nasabahnya dari pembobolan ATM.

4.      Kondisi Saat Ini :
       Kondisi saat ini pihak bank telah mengganti rugi uang nasabah yang ATMnya di bobol dan pihak bank mandiri juga memperbaiki system dengan system yang lebih baik . Rencananya Bank Mandiri ingin membuat ATM menggunakan chip agar pembobolan ATM tidak dapat terjadi lagi. Pihak Bank juga meminta maaf atas kejadian pembobolan ATM ini , karena pihak bank merasa telah lalay dalam melindungi nasabah. Selain itu pihak berwajib telah menangkap pelaku terkait pembobolan ATM mandiri tersebut .
       Pada saat ini kita kembali diingatkan agar bank selalu memperbaiki IT nya menjadi lebih aman, cepat dan efisien.Masalah pembobolan ATM ini adalah masalah berulang dan harus sudah diantisipasi karena dapat menurunkan kepercayaan nasabah kepada bank tsb.   Bank  sebaiknya bisa lebih waspada agar kebobolan yang sama tidak terjadi lagi. Jangan setelah terjadi semua heboh mengedukasi nasabahnya dan mengganti mesinnya. Penggunaan asuransi untuk melindungi nasabah dari resiko yang ada mungkin bisa dijajaki, asalkan kebobolan itu dapat dibuktikan karena sindikat atau oleh pencurian. Semoga bank bisa melindungi nasabahnya dari pembobolan ATM.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar