Tugas 1 Teori Organisasi Umum
Softskill
Organisasi
Universitas Gunadarma
Khiara Daperja Hasan
2KA30 / 1C114768
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam menghadapi era globalisasi
ini, organisasi perlu meningkatkan kinerjanya agar mampu bersaing dalam banyak
konteks, yang bermakna bahwa kapasitas untuk ' berubah 'dari sebuah organisasi
penting sekali. Dikarenakan individu adalah segalanya bagi perkembangan
organisasi, mungkin bisa dikata bahwa organisasi tanpa individu adalah suatu
kebohongan belaka atau tak mungkin. Dari hal ini maka kita lihat mengenai
sebagian sifat dan pemikiran individu yang harus dimiliki demi terwujudnya
suatu organisasi yang baik. Walaupun tanpa meniadakan komponen - komponen lain
seperti teknologi. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat terlepas dari
organisasi. Setiap hari kita berhubungan dan
terlibat dengan organisasi dan hidup kita dipengaruhi dan mempengaruhi organisasi
dalam derajat yang berbeda-beda. Secara sadar kita terlibat dalam organisasi
sebagai siswa, karyawan, anggota gereja, warga negara dan lain-lain. Organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu
kelompok individu yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan
bersama. Definisi yang lain menyatakan organisasi sebagai kesatuan yang memungkinkan masyarakat mencapai suatu tujuan yang
tidak dapat dicapai individu secara perorangan. Dari dua definisi di atas
dapat disimpulkan bahwa organisasi dibentuk ‘by design’ untuk melayani
kebutuhan manusia yang tidak dapat dicapai secara individu. Organisasi lebih
dari sekedar alat untuk menyediakan barang dan jasa tetapi juga menyediakan
lingkungan dimana sebagian besar dari kita menghabiskan kehidupan
1.2
Rumusan Masalah
Dengan latar belakang yang telah
dijabarkan di atas penulis merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan
kepemimpinan dan arti pentingnya bagi suatu organisasi sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari
Organisasi, Pemimpin dan Kepemimpinan ?
2. Bagaimana syarat menjadi
seorang pemimpin yang baik ?
3. Bagaimana teori
munculnya seorang pemimpin ?
4. Apa saja tipe – tipe
kepemimpinan itu dan cirri khusus yang dimilikinya ?
5. Contoh kasus apa yang
terjadi saat ini dengan pembahasan makalah ?
1.3.TUJUAN
PENULISAN
Dengan
ditulisnya makalah ini, penulis memiliki tujuan untuk:
1. Mengetahui pengertian
dari Organisasi, Pemimpin dan Kepemimpinan
2
2.
Mengetahui syarat-syarat menjadi pemimpin yang baik
3
3.
Mengetahui teori yang mendasari munculnya seorang pemimpin dalam organisasi
4
4.
Mengetahui beberapa tipe kepemimpinan serta pengertiannya
5
5.
Mengetahui dan dapat menganalisis arti penting kepemimpinan dalam organisasi
dan kaitannya dengan masalah yang baru saja terjadi
BAB II
LANDASAN TEORI
Organisasi
adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang
dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk
mencapai suatu tujuan (Indriyo
Gitosudarmo, 1997). Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi
oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya
oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan
sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi
mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan
berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi
perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka
menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif
teratur.
Menurut
para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
Stoner mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
Stephen P.
Robbins (2009: 5)
menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
BAB II
ANALISIS
1.
Ciri-Ciri Organisasi
Secara sederhana,
organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan
bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi
bisa disebut juga sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama,
agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Adapun ciri-ciri dari
organisasi adalah :
- Adanya komponen (
atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama
(cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan
format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian
wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menurut Berelson dan
Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.
Formalitas, merupakan
ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada
peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan,
strategi, dan seterusnya.
b.
Hierarkhi, merupakan
ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang
yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki
kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa
pada organisasi tersebut.
c.
Besarnya dan
Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak
anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung
(impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration),
menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada
keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan
bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan
keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
-
Rumusan batas-batas
operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas,
organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan
yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah
organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan
bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
-
Memiliki identitas yang
jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila
memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai
organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu
berdiri, dan lain sebagainya
-
Keanggotaan formal,
status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing
masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
2.
Unsur-Unsur Organisasi Modern
Organisasi memiliki empat unsur
yaitu sistem, pola aktivitas, sekelompok orang dan tujuan.
a.
Organisasi Merupakan Suatu Sistem
Organisasi
merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub-subsistem atau bagian-bagian yang
saling berkaitan satu sama lainnya dalam melakukan aktivitasnya. Organisasi
sebagai suatu sisitem adalah sistem terbuka, dimana batas organisasi adalah lentur
dan menganggap bahwa faktor lingkungan sebagai input. Organisasi selalu peka
dan berupaya untuk selalu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi
pada faktor linkungan eksternal.
b.
Pola
Aktivitas
Aktivitas
yang dilakukan oleh orang-orang di dalam organisasi dalam pola tertentu.
Urur-urutan pola aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dilaksanakan secar
relative teratur dan berulang-ulang.
c.
Sekelompok
Orang
Organisasi
pada dasarnya merupakan kumpulan orang-orang. Adanya keterbatasan-keterbatasan
pada manusia mendorongnya untuk membentuk organisasi. Kemampuan manusia baik
fisik maupun daya pikirnya terbatas, demikian juga waktu yang ada terbatas,
sementara aktivitas yang harus dilakukan selalu meningkat maka mendorong
manusia untuk membentuk sekelompok orang/organisasi.
d.
Tujuan
Organisasi
Tujuan
organisasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu tujuan yang sifatnya
abstrak dan berdimensi jangka panjang, yang menjadi landasan dan nilai-nilai
yang melandasi organisasi itu didirikan.
Intinya
adalah unusr-unsur organisasi modern :
–Kerjasama
–Tujuan Bersama
–Manusia(Man)
–Lingkungan
–Kekayaan alam
–Peralatan (Equipment)
–Kerangka/Konstruksi Mental
Organisasi
3.
Teori Organisasi
A.
TEORI
ORGANISASI KLASIK
Teori klasik (classical theory)
kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang
organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan
organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang
terjadi bila orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a) Teori
birokrasi :
dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of
Capitalism.
b) Teori administrasi :
dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari
Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
c) Manajemen ilmiah :
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
B.
TEORI
ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana
dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement).
Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini
adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai
individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka
teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang
dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi
percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga
Munsterberg. Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan
perlunya hal-hal sebagai berikut:
a. Partiipasi,
yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b. Perluasan
kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen
bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk
berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
C. TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai
dengan ahirnya gerakan contingency yang
dipelopori
Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu
melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi
suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip
yang saling bersaing. Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya
“the social psychology of organization” mengenalkan perspektif organisasi
sebagai suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan
keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan
yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan
perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika
organisasi ingin tetap bertahan. Teori modern yang kadang – kadang disebut juga
sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam
teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur
organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya
mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan
dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.
4.
Organisasi Yang Baik
Menurut saya organisasi yang baik
adalah organisasi yang didalam nya terdapat orang orang yang mempunyai visi
misi dan tujuan yang sama . Dapat memahami sifat satu sama lain, dapat mengerti
satu sama lain, dapat saling mengormati dari berbagai segi, menghargai setiap
pendapat yang di keluarkan dan yang paling terpenting dapat saling percaya
karena dalam suatu organisasi tidak dapat saling percaya maka organisasi
tersebut akan sering mengalami kesulitan saling mencurigai satu sama lain.
Intinya dalam satu organisasi kita harus membuat organisasi tersebut berjalan
dengan baik dengan saling mengerti, menghargai dan saling percaya antar anggota
organisasi.
Referensi :
∞
Pemikiran Sendiri .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar